Rabu, 22 November 2017, 08:54:05 WIB

Pemkab Mentawai Pangkas Dana Desa Rp 6,450 Miliar

15 November 2017 13:24:15 WIB - Sumber : Tim Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 12 kali

Beragam alasan kota dan kabupaten terlambat dalam pencairan dana desa tahap kedua. Mulai dari keterlambatan perangkat nagari dalam menyerahkan laporan kegiatan dan terlambat akibat dampak pemotongan anggaran.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPMD) Pariaman Nurdin tak menampik belum dilakukan pencairan dana desa untuk 55 desa. Hal ini karena ada beberapa desa terlambat menyerahkan laporan realisasi keuangan. 

“Saya belum cek, mereka terkendala dimana, yang jelas karena ada beberapa yang terlambat serahkan laporan realisasi keuangan,” katanya.

Meski demikian, posisi ini saat ini, seluruh kepala desa telah menyerahkan laporan keuangan. Sehingga kemungkinan besar, dana desa tahap kedua sudah bisa dicairkan minggu mendatang. Di Kota Pariaman sendiri memiliki 55 desa. 

Sementara itu, Kepala Desa Taluak Khairul mengaku sudah menyerahkan laporan realisasi anggaran tahap  pertama.  Sehingga, ia berharap dana desa tahap kedua segera cair.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD) Padangpariaman, Erman juga mengakui keterlambatan dalam pencairan dana desa tahap kedua tersebut. Hal ini dikarenakan laporan dari nagari terhadap realisasi dana desa tahap pertama juga terlambat diterimanya. 

“Dana desa untuk 60 nagari di Padangpariaman, sudah mulai direalisasikan sekitar Rp 33 miliar, Selasa (14/11). Pencairan  dana desa dilakukan setelah nagari memenuhi persyaratan, yaitu memberikan laporan serapan dana desa tahap pertama,” tuturnya.

Erman mengatakan, sebenarnya nagari di Padangpariaman serapan dana desa tahap pertamanya terbilang tinggi mencapai 89 persen. Untuk itu, setelah melengkapi seluruh administrasi, dana desa tahap kedua mulai disalurkan.

“Dana desa tahap kedua ini, melanjutkan pengerjaan dana desa tahap pertama. Baik berupa pembangunan fisik (infrastruktur, red) atau pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Meskipun masa kerja efektif hanya tinggal sekitar sebulan, Erman meyakini, nagari mampu merealisasikan dana desa tahap kedua tersebut. Sebab pengerjaan infrastruktur dan program pemberdayaan, masih banyak di nagari.

“Untuk realisasi dana desa tahap dua ini, tentu ada prosedur kerja atau petunjuk agar terealisasi dengan baik dan maksimal,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ren Yani mengatakan, salah satu kendala keterlambatan pencairan dana desa tahap II disebabkan, pemotongan dana desa masing-masing Rp 150 juta.
 
”Sebetulnya, tidak itu saja masih banyak yang lain penyebab, terlambatnya pencairan dana desa tahap II tersebut,” ungkapnya melalui telepon genggamnya.

Di Mentawai ada 43 nagari menerima dana desa. Artinya jika 43 nagari dipangkas masing-masingnya sebesar Rp 150 juta atau total secara keseluruhannya menjadi Rp 6,450 miliar.

Ren juga menyebutkan masih ada kendala lainnya, yakni di Badan Keuangan Daerah (BKD) Kepulauan Mentawai. Dia juga meminta wartawan untuk dapat mengkonfirmasi langsung ke Kasi Pembinaan Keuangan desa Badan Keuangan Daerah (BKD) Kepulauan Mentawai. 

Walaupun begitu, Ren juga mengatakan, saat ini ada beberapa desa yang sudah mengusulkan. “Sudah ada desa mengusulkan. Bahkan, beberapa desa juga sudah ditandatangani usulan pencairannya,” ujarnya.

Saat ditanya siapa yang memangkas anggaran per nagari Rp 150 juta dan untuk keperluan apa? Ren Yani mengelak. “ Saya tak punya datanya, besok saja datang ke kantor. Nanti saya jelaskan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Keuangan Desa BKD Kepulauan Mentawai, Roni yang dihubungi wartawan kemarin (14/11), melalui telepon genggamnya belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi bersangkutan belum mengangkat telepon. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co