Rabu, 22 November 2017, 08:54:49 WIB

Demi TdS, Pemko Habiskan Rp 1,6 M

15 November 2017 13:44:58 WIB - Sumber : Rifa Yanas - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 16 kali

Wako Minta Dukungan Warga

Untuk menyukseskan gelaran akbar iven balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2017, Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi mengucurkan dana sebesar Rp 1,6 miliar. Di mana, kota dengan ikon Jam Gadang ini akan menjadi lokasi grand finish dan closing ceremony TdS pada 26 November mendatang.

”Iuran ke panitia pusat diwajibkan bagi setiap kabupaten dan kota penyelenggara. Khusus untuk grand start dan grand finish iurannya lebih besar. Kami menyetor sebesar Rp 480 juta ditambah biaya akomodasi Rp 120 juta. Jadinya sekitar Rp 600 juta untuk panitia pusat dan untuk biaya lokal dianggarkan sebesar Rp 1 miliar, totalnya mencapai Rp 1,6 miliar,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bukittinggi, Erwin Umar saat jumpa pers di Hall Balai Kota, Selasa (14/11).

Di sisi lain, Erwin Umar juga memprediksi, bookingan hotel berbintang empat akan penuh pada saat hari pelaksanaan di Kota Bukittinggi. ”Konsolidasi masalah hotel itu ranahnya panitia pusat. Namun, kami sudah memediasi antara PHRI Kota Bukittinggi dengan panitia pusat untuk urusan penginapan bagi pebalap dan ofisial. Kemungkinan, juga bagi para tamu akan membanjiri hotel-hotel lainnya,” tegas Erwin Umar.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias yang memimpin jumpa pers menjelaskan, dipilihnya Bukittinggi sebagai lokasi finish akhir lomba ini memberikan keuntungan besar bagi masyarakat, terutama kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

”Delapan kali pelaksanaan TdS sebelumnya, Kota Padang selalu menjadi lokasi penutupan lomba. Namun berdasarkan kemampuan daerah untuk penyelenggaraan tahun ini, Bukittinggi memenuhi syarat jadi tempat finish akhir lomba oleh panitia pusat,” jelasnya. 

Ramlan menambahkan, persiapan sebagai lokasi penutupan TdS akan mendorong daerah melakukan persiapan lebih banyak. Sehingga, hal itu yang menjadi pendorong perkembangan daerah. ”Menjadi lokasi finish, juga akan memberi keuntungan bagi hunian hotel, restoran dan lokasi-lokasi kuliner, serta promosi produk kerajinan tangan dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM),” terangnya.

Dalam etape kesembilan ini, sambung Ramlan, seluruh pebalap nantinya memulai start dari Kabupaten Pasaman menuju Kota Bukittinggi dengan jarak tempuh 117,2 km. Rute di Bukittinggi berawal dari Simpang Taman, lanjut Jalan Veteran, Simpang Tembok, Jalan Ahmad Yani, dan Jam Gadang.

Kemudian, Jalan Sudirman, Simpang Jambuair, Simpang Taluak, Jalan M Yamin, Jalan Sutan Syahrir, Tugu Polwan, Jalan Sudirman (enam kali putaran), dengan lokasi finish di depan Lapangan Wirabraja atau lapangan kantin.

”Ajang balap sepeda internasional ini selain olahraga, juga untuk mempromosikan wisata daerah karena itu sedapatnya seluruh daerah dilewati, besar artinya untuk promosi spot pariwisata agar dikenal dunia. Karena itu, dukungan penuh harus datang dari seluruh warga Kota Bukittinggi,” ujarnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co