Selasa, 16 January 2018, 18:43:03 WIB

Andre: Dari Awal Saya Ingin ke DPR

05 December 2017 14:02:09 WIB - Sumber : Redaksi - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 17 kali

Seiring dengan menguatnya nama Mahyeldi Ansharullah-Hendri Septa di Pilkada Padang, beredar isu, kalau Andre Rosiade ”terpinggirkan.” Di berbagai media sosial, sejak dua hari terakhir, isu itu terus berhembus, dan Andre pun langsung mengklarifikasinya. Menurutnya, dia sejak awal tidak berambisi di Pilkada Padang, tapi fokus ke DPR RI.

”Banyak yang menghubungi saya, katanya saya tersingkir. Itu tidak benar. Sejak awal, saya memang tidak ingin ke Pilkada Padang. Lihat saja sosialisasi dan baliho saya semuanya, tidak ada yang mengarah ke Pilkada. Semua ke Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 2019,” sebut Andre yang juga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra ini.

Menurut Andre, pada 2013 lalu memang, dia baru meniti karir di dunia politik, dan ingin muncul di Pilkada Padang. Namun, seiring berjalannya waktu, dia telah menapaki jalan ketokohan politik di tingkat nasional. Setelah berpikir, istikharah dan berdiskusi dengan banyak pihak, akhirnya dia memutuskan untuk fokus di Pileg saja. Karena, bisa berbuat banyak bagi Sumbar.

”Saya sudah bertemu dengan pimpinan DPP Partai Gerindra. Saya jelaskan, bahwa pilihan saya adalah untuk maju jadi anggota DPR RI. Pilihan itu ternyata mendapat dukungan dari DPP. Bahkan, akhir-akhir ini, semakin banyak tugas dari DPP yang diemban, termasuk menjadi narasumber di berbagai televisi dan acara diskusi off air,” kata Andre Rosiade, kemarin.

Andre menegaskan, dia tidak merasa kalah dengan Hendri Septa yang akhirnya diusung mendampingi Mahyeldi. Bahkan, katanya, dia secara pribadi telah menolak menjadi wakilnya Mahyeldi di berbagai kesempatan. ”Saya juga sudah menyampaikan langsung ke Buya (Mahyeldi, red) pada 23 September lalu. Jauh sebelum nama Mahyeldi-Hendri mengapung,” tegas Andre.

Andre tak menampik, meski telah menyatakan penolakan, masih banyak yang memintanya maju mendampingi Mahyeldi. ”Saat saya bicara dengan Buya, banyak juga saksinya. Bahkan ada dari PKS. Namun, masih ada juga yang menawarkan saya ke Pilkada. Namun, seorang Andre tetap konsisten dengan pilihan ke DPR,” kata Andre lagi.

Bukti lainnya, kata alumni SMAN 2 Padang ini, saat penyampaian visi dan misi calon kepala daerah yang dilakukan DPD Partai Gerindra akhir November lalu, dia memilih tidak menghadirinya. ”Artinya, saya telah menyatakan diri tidak maju ke Pilkada. Demikian infonya. Salam Indonesia Raya,” sebut Andre Rosiade.

Andre menyampaikan, untuk Pilkada Padang 2018 Partai Gerindra sudah memiliki kader yang diusung dan itu bukan dirinya. Ia menjelaskan, momentum Pilkada ini dimanfaatkan memperkenalkan diri pada masyarakat. ”Popularitas sudah kembali pulih seperti tahun 2013. Plus elektabilitas pun sudah oke. Modal awal untuk Pileg sudah lebih dari cukup,” ujarnya.

Untuk Pileg 2019, Andre memilih Dapil Sumbar 1. Hingga saat ini dia terus bersosialisasi dengan membesarkan Partai Gerindra di Sumbar. ”Insya Allah Partai Gerindra menang di Sumbar pada Pileg 2019 dan Prabowo menjadi Presiden Indonesia,” imbuh Andre.

Sebelumnya, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Padang Muzni Zein dan Erisman menyampaikan, sosok Andre Rosiade adalah seorang politisi muda yang mapan, dan sangat pas jika diarahkan ke DPR RI. Apalagi telah dikenal di tingkat pusat, dan kerap melancarkan kritik konstruktif kepada pemerintah. Dia juga tak sungkan memuji, kalau ada prestasi.

”Andre Rosiade juga seorang komunikator yang baik di ibu kota. Dia bisa menjadi penyambung lidah antara partai, pemerintah, dan juga pengusaha. Artinya, jika ini dimanfaatkan untuk skala yang lebih besar, yaitu Sumbar, tentu juga lebih besar manfaatnya,” sebut Muzni Zein.

Menurut Erisman, Andre sosok yang dekat dengan masyarakat dan tidak memilih-milih dengan siapa bergaul. Andre juga dikenal sebagai pekerja keras dan ramah dengan warga sampai pejabat. ”Saya yakin, Andre maju ke DPR RI, kursi Gerindra di Sumbar I akan bertambah,” sebutnya.

Pengamat politik Unand, Andri Rusta mengatakan, melihat potensinya, Andre Rosiade lebih layak menjadi anggota DPR RI. Daripada menjadi wali kota apalagi wakil wali kota dan bertarung dalam Pilkada Padang 2018 mendatang. ”Dengan kapasitas yang sekarang ini, Andre Rosiade seharusnya maju ke DPR RI saja. Dan mestinya Andre Rosiade fokus ke sana. Karena, reputasinya kan sudah menasional,” sebut Andri. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co