Selasa, 16 January 2018, 18:46:00 WIB

3.900 Kg Mi Instan Kedaluwarsa Disita

05 December 2017 14:03:50 WIB - Sumber : Tim Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 25 kali

Diduga Diedarkan Kembali ke Pedagang Makanan

Distributor Klaim untuk Pakan Ternak

Gudang penimbunan mi instan kedaluwarsa digerebek aparat kepolisian dari Polda Sumbar bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) RI di Padang, kemarin (4/12). Sebanyak 3.900 kilogram mi instan ditemukan petugas disimpang di gudang itu. Selain di Padang, mi tersebut diduga bakal diedarkan kembali ke sejumlah daerah di Sumbar.

Saat digeledah, karung-karung berisi mi instan berjejer di gudang PT Padang Distribusindo Raya (PDR) yang terletak di Jalan Raya Padang Bypass Km 9 Ampalu, Kecamatan Lubukbegalung (Lubeg). Mi ditumpuk di dalam gudang. Bahkan, ada beberapa karung di antaranya siap untuk diedarkan. Selain itu, ada ratusan bungkus mi instan yang tidak ada tanggal kedaluwarsanya. Dari penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 09.00 tersebut, ditemukan 195 karung mi kedaluwarsa. Berat seluruhnya mencapai 3.900 kilogram.

Direktur Reskrim Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumbar, Kombes Pol Margiyanta menyebutkan, penggeledahan distributor mi itu dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat tentang dugaan adanya pengolahan ulang mi kedaluwarsa. Mi yang diolah ulang dilaporkan akan dijual lagi ke masyarakat. Untuk itu, pihaknya bersama BB POM RI di Padang langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

”Sebanyak 195 karung mie yang diduga kedaluwarsa itu sudah kami amankan. Apa pun alasan pihak pabrik atau distributor, kalau barang sudah kedaluwarsa tidak boleh dijual. Dan siapa yang membeli, juga harus ditanyakan terlebih dahulu. Jangan-jangan yang membeli itu penjual bakso,” ujarnya kepada wartawan, kemarin (4/11).

Ditambahkannya, dari pengakuan pihak distributor, mi kedaluwarsa yang telah dijualnya digunakan untuk pakan ternak. Meskipun begitu, pihaknya tidak percaya begitu saja. Karena jika menjualnya sebagai pakan ternak, maka ada prosedur yang mesti dilalui. ”Bersama Dirnarkoba, BPOM, dan Dinas Perdagangan, kami akan gerak cepat mendalami kasus ini. Kami juga akan memanggil pihak distributor maupun pembeli mi kedaluwarsa tersebut,” pungkasnya.

Dir Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Kumbul KS menyebutkan, jika terbukti bersalah, pengelola atau distributor akan dikenakan Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Pangan No 18 Tahun 2012. Kalau pengakuannya untuk pakan ternak, akan dikenakan Undang-Undang No 18 Tahun 2009 tentang Peternakan. ”Ancaman hukumannya bisa di atas 5 tahun penjara,” jelasnya.

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BB POM RI di Padang, Antoni Asdi mengatakan, pihaknya akan memeriksa lebih lanjut kemungkinan mi telah kedaluwarsa tersebut beredar di tengah-tengah masyarakat. Di samping itu, pihaknya juga melakukan pengujian di laboratorium.

”Begitu juga dengan mereknya dari mi tersebut, apakah  merek mi ini saja atau ada mi merek lain yang telah kedaluwarsa yang juga dijual. Kami mengimbau masyarakat untuk teliti sebelum membeli. Lihat dulu tanggal kedaluwarsanya. Kalau tidak ada tanggal kedaluwarsanya, jangan dibeli,” ujarnya mengingatkan.

Kepala Dinas Perdagangan Padang, Endrizal mengatakan, pihaknya juga akan turun ke lapangan untuk mengecek kemungkinan mi tersebut beredar di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, kata Endrizal, ia juga terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. ”Kalau kata distributor mi kedaluwarsa tersebut untuk pakan ternak, akan kami lihat dulu apakah mereka mengurus izinnya. Kalau belum ada izin, tentu hal tersebut menyalahi aturan,” ujarnya.

Petugas administrasi Gudang PDR, Danu Sumitnyo mengatakan, ada dua pembeli yang biasa mengambil dalam porsi besar untuk pakan ternak. Mereka berasal dari Payakumbuh dan Solok. ”Biasanya, konsumen datang sendiri ke gudang. Perusahan menetapkan satu bungkusnya dengan harga Rp 16 ribu berisi 14 keping mi. Kalau untuk yang warung, saya kurang tau. Sebab customer datang sendiri ke sini (gudang,red). Customer ini yang nanti akan mengedarkannya. Kalau dari perusahanan, tidak untuk mengorder (langsung ke konsumen, red),” ungkap Danu di gudang sortir di sela-sela penggeledahan.

Ia mengatakan, mi itu dikumpulkan dari toko-toko selama satu bulan, kemudian dilakukan penyortiran. Mi yang sudah kedaluwarsa akan dijadikan mi remas (mie kering yang diremas). Sementara yang belum kedaluwarsa, kemasannya tidak bocor, dan masih utuh, juga dalam kondisi masih bagus serta baunya masih harum, akan dibuat mi plas (repackaging). Pihaknya akan membungkus dengan plastik baru, namun diklaim tidak memperpanjang masa kedaluwarsa. ”Karena masih ada masa jatuh kedaluwarsa sekitar dua sampai tiga bulan lagi,” jelasnya.

Disebutkan, dulu ada perjanjian perusahaan dengan customer. Mi yang dibeli hanya untuk pakan ternak. Danu tidak menepis ada informasi customer menjual ke pedagang mieso, atau pedagang nasi goreng. Namun, ditegaskan, dirinya hanya bertugas di bagian penyortian dan tidak bersentuhan langsung dengan customer. ”Saya kurang tahu (ke mana dijual, red). Saya tidak langsung ke customer. Di sini hanya untuk produksi, nanti kalau sudah selesai, baru kita transfer ke gudang jadi,” ungkapnya.

Kepala Accounting PT PDR, Mesiyu, enggan mengomentari lebih lanjut terkait mi instan yang kedaluwarsa tersebut. Menurutnya, mi yang dalam karung itu, sedang menunggu kepastian dari kantor pusat untuk dimusnahkan. ”Kalau mi dalam kardus yang tidak ada tanggal kedaluwarsanya itu akan kami kirim ke pabrik pusat di Jawa untuk dimusnahkan,” pungkasnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co