Selasa, 16 January 2018, 18:43:14 WIB

Penjualan Daging Merosot

06 December 2017 14:43:39 WIB - Sumber : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 24 kali

Pasokan Ikan Laut masih Minim

Kelangkaan ikan di pasaran akibat cuaca ekstrem akhir-akhir ini ternyata tidak berpengaruh pada jual beli dan harga daging di pasaran. Meski sebagian warga beralih mengkonsumsi daging, pedagang daging di Pasar Raya, khususnya Blok IV Lantai II mengaku masih sepi pembeli. Namun pedagang memperkirakan, pasokan daging aman hingga akhir tahun.

Salah seorang pembeli, Asni Utami, 32, menyebut, dirinya membeli daging karena seminggu terakhir susah mencari ikan segar. Ditambah harga ikan lumayan mahal. ”Ya, lebih baik beli daging saja daripada beli ikan yang tidak segar dan harganya mahal karena cuaca buruk seminggu terakhir,” ucap wanita berjilbab asal Kampung Jao itu, kemarin (5/12).

Peralihan ini memang pernah disarankan oleh Kepala Dinas Perdagangan Padang, Endrizal menyikapi kelangkaan ikan di Padang. Menurutnya, dengan naiknya harga ikan, diharapkan masyarakat mengakali dengan membeli ikan air tawar, ayam atau daging hingga harga ikan laut kembali normal. ”Ya, jika terasa mahal, bisa diganti dengan lauk yang lain seperti ayam dan daging atau ikan tawar,” tegasnya.

Pantauan Padang Ekspres di Pasar Raya Blok IV Lantai II kemarin, sejumlah pedagang daging sapi potong terlihat lebih banyak duduk-duduk bermenung sambil menunggu pembeli. Dari 165 petak los yang disediakan, baru 100 petak los yang terisi. Sejumlah pedagang menyebut, pedagang belum seluruhnya pindah ke Blok IV Lantai II tersebut.

Pedagang daging, Didi Bayus, 51, mengaku omzet dagangannya terus merosot setiap bulannya, meski pasokan hingga akhir tahun diprediksi lancar. ”Kalau ditanya pasokan, Alhamdulillah lancar, dan aman hingga akhir tahun, yang tidak aman itu, omzet kami yang terus turun,” sebut pria asal Solok itu.

Menurut Didi, harga daging sapi potong masih normal Rp 120 ribu per kilogramya. Namun dalam tiga bulan terakhir jual beli cenderung turun. ”Saya tidak tahu persis apa penyebabnya, padahal ikan laut di pasaran saat ini masih langka dan mahal, namun tidak ada imbasnya bagi kami,” ungkap pria yang sudah sepuluh tahun berjualan daging itu.

Daging sapi potong yang dijualnya, merupakan daging lokal yang dipasok dari Solok dan Pesisir Selatan. ”Kalau untuk jual beli, per harinya paling cuma laku tiga hingga empat kilo, apalagi saya tidak memiliki pelanggan tetap,” tambahnya.

Pedagang daging sapi potong lainnya, Ridwan Fauzi, 50, juga menyebut, belum ada peningkatan pembeli memasuki akhir tahun ini. Malahan cenderung merosot. ”Tidak ada peningkatan, yang ada malah merosot mencapai 60 persen,” sebutnya.

Diakui Fauzi, dirinya masih beruntung dibanding pedagang daging sapi potong lainnya, karena memiliki langganan tetap seperti rumah makan dan pedagang bakso. ”Setiap hari, sekitar 80 kilo daging dipesan langganan yang kebanyakan dari pemilik rumah makan dan pedagang bakso. Kalau pembeli umum, tidak banyak, bahkan bisa dikatakan tidak ada,” ulasnya.

Untuk harga, disebutkan Fauzi, tergolong sama dengan pedagang lainnya yakni Rp 120 ribu per kilogramnya, sembari menyebut pasokan daging dari agennya bisa dikatakan aman hingga akhir tahun. ”Ya, pasokan terbilang aman, karena saya menjual daging sapi lokal,” tukasnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co