Selasa, 16 January 2018, 18:51:51 WIB

Produksi Ikan Asin Berkurang

07 December 2017 14:22:49 WIB - Sumber : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 18 kali

Pengusaha ikan asin tradisional di Pasirjambak, Kelurahan Pasie Nantigo memilih untuk mengurangi produksi ikan asin karena masuknya musim penghujan. Selain pasokan ikan sedikit, factor cuaca sangat berpengaruh kepada pengeringan ikan. 

Salah seorang pengusaha ikan asin tradisional, Ratna Murni, 52, mengaku tetap memproduksi ikan asin meski akhir tahun merupakan musim penghujan. Pilihan untuk tetap berproduksi dipilih karena tidak memiliki usaha dan keterampilan lain. ”Dua minggu yang lalu memang sempat berhenti produksi sekitar dua hari, selain karena hujan deras di siang hari, ikan yang bakal diolah pun tidak ada,” sebut wanita yang telah berpuluh tahun menjadi pengusaha ikan asin itu.

Menurut dia, untuk mengolah ikan segar menjadi ikan asin secara tradisional, faktor terpenting adalah cahaya matahari. Setelah direndam dengan air garam dan direbus, ikan dijemur sepanjang hari memanfaatkan sinar matahari. ”Kebetulan hari ini saya tidak memproduksi, karena cuaca terlihat mendung dari pagi. Namun ikan asin yang saya olah sudah ada dan menunggu agen mengambilnya,” sebut wanita berjilbab itu.

Di tengah musim penghujan ini, ungkap Murni, dirinya dibantu suami hanya mampu memproduksi ikan asin jenis macho sekitar 10 kilogram per harinya, saat cuaca normal mampu memproduksi hingga 15 kilogram per hari. ”Lebih baik tetap memproduksi, meski dikurangi jumlahnya, daripada berhenti produksi,” ungkapnya.

Pengusaha ikan asin tradisional lainnya, Nur Yanti, 44, juga mengaku tetap memproduksi ikan asin meski cuaca akhir-akhir ini tidak menentu. Ada tiga jenis ikan yang biasa diolah menjadi ikan asin di kelurahan itu, yakni ikan macho, ikan galotok (gambolo aceh, red) ikan bada aceh. ”Semuanya tergantung kepada ikan mana yang paling banyak ditangkap nelayan, kalau saat ini ikan macho,” katanya.

Menurut dia, musim penghujan kali ini tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil olahan ikan asin. Sebab, hujan tidak turun sepanjang hari, malahan sekarang, hujan sering turun menjelang sore. ”Sehingga, dari pagi hingga siang kita bisa menjemur ikan. Kalau sekarang (kemarin, red) saat hujan begini, kita hanya akan melakukan perendaman dan perebusan, nantinya baru dijemur saat hujan mulai reda,” ulasnya.

Menurut dia, dalam kurun waktu dua minggu terakhir, dirinya mengurangi produksi sekitar 10 kilogram setiap kali memproduksi ikan asin. Hal itu didasarkan kepada bahan baku (ikan basah,red) yang harganya meningkat karena tangkapan nelayan berkurang. ”Alhamdulillah, masih bisa berproduksi, meski harga bahan baku naik, tapi masih seimbang dengan penjualan ketika ikan selesai diolah,” pungkasnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co