Selasa, 16 January 2018, 18:52:29 WIB

Warga Tinggal di Jalur Kereta Api Waswas

08 December 2017 13:43:53 WIB - Sumber : Afridel Ilham - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 24 kali

Pascapembongkaran Bangunan di Bukittinggi

Tidak beroperasinya moda transportasi umum kereta api, membuat warga mulai memanfaatkannya untuk mendirikan bangunan. Tidak hanya di Bukittinggi, di Kota Payakumbuh hampir di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta dari arah Ngalau Indah hingga ke stasiun pusat kota sudah ditutupi bangunan permanen.

Namun pascapenertiban yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan Stasiun Bukittinggi baru baru ini, membuat warga yang terlanjur membangun rumah secara permanen waswas. Jika transportasi kereta api diaktifkan kembali dan berlanjut hingga ke Payakumbuh, jelas penertiban serupa bakal dilakukan.

Hal itu tidak ditampik Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Payakumbuh, Muslim, saat dikonfirmasi Padang Ekspres, Kamis (7/12) via telepon genggamnya. ”Dalam rapat bersama PT KAI di Padang beberapa waktu lalu, memang kereta api akan beroperasi kembali. Namun, masih dalam jangka waktu yang masih jauh ke depan,” ucap Muslim.

Berdasarkan pengamatan sepintas, saat ini memang sudah cukup banyak bangunan yang berada di atas rel kereta api untuk wilayah Kota Payakumbuh. Kondisi itupun sudah disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum kepada PT KAI dan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan saat melakukan koordinasi. 

”Kita sudah sampaikan, lebih dari separo bangunan di sepanjang Jalan Soekrano-Hatta, Payakumbuh sudah dibangun permanen oleh warga untuk tempat tinggal maupun tempat berjualan. Sehingga, kita mengusulkan untuk membuka jalur baru agar bangunan yang sudah ada tidak perlu digusur,” harap kadis PU.

Hanya saja, sesuai keinginan pemerintah, pembukaan jalur baru lebih sulit lagi dilakukan. Sehingga, kecenderungannya memanfaatkan kembali jalur lama dengan membersihkan lahan dan menertibkan bangunan yang terlanjur berdiri di atas jalur rel kereta.

”Kita sudah usulkan untuk membuka jalur baru mengikuti rute jalan lingkar mulai dari simpang Ngalau Indah. Mudah-mudahan masukan yang kita usulkan untuk alternatif ini menjadi pertimbangan bagi PT KAI agar penggusuran tidak terjadi di jalur rel yang ada saat ini,” tambah Kadis PU.

Kadis juga menjelaskan, sebelumnya pemanfaatan rel umumnya di Payakumbuh, dilakukan dengan pola sewa dan dibayar ke PT KAI. ”Berbeda dengan yang di Kota Bukittinggi. Sebab di Payakumbuh ada perjanjian, sewa dan izinnya,” terang Muslim. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co