Selasa, 16 January 2018, 18:46:33 WIB

Masyarakat Harus Waspadai Berita Hoax

08 December 2017 13:48:35 WIB - Sumber : Rifa Yanas - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 28 kali

Delapan Penyakit tak Ditanggung, Itu Bohong

Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Bukittinggi mengelar media gathering dengan sejumlah wartawan media cetak, elektronik, online dan radio di Rocky Hotel Bukittinggi, Kamis (7/12). 

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, MB Sjahjadi mengatakan, media gathering yang dilaksanakan wujud membangun kemitraan, kebersamaan antara BPJS Kesehatan bersama insan pers dalam menyampaikan informasi tentang berbagai kebijakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sekaligus, peningkatan pemahaman tentang program JKN-KIS.

”Kegiatan media gathering merupakan bentuk komitmen BPJS dalam keterbukaan informasi bagi pers, sehingga informasi yang berkaitan dengan program JKN-KIS dapat disebarluaskan. Melalui informasi yang disampaikan. Diharapkan masyarakat dapat menerima pencerahan dan mendapatkan informasi yang benar, serta tepat sasaran,” katanya.

Diakui, dengan kerja sama melalui media, BPJS Kesehatan dapat memberikan informasi dan mengklarifikasi berbagai hal yang berkaitan dengan program JKN-KIS. Terutama, isu pemberitaan yang berkembang saat ini terkait delapan jenis penyakit katastropik yang pendanaannya tidak lagi ditanggung BPJS Kesehatan dan akan dibebankan kepada pasien. Dengan adanya pemberitaan itu, tentunya telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat peserta JKN.

”Adanya pemberitaan mengenai penghapusan tanggungan untuk 8 penyakit katastropik oleh BPJS Kesehatan, itu adalah tidak benar. Berita yang beredar dan berkembang itu adalah hoax. Karena sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Dirut BPJS Kesehatan, 8 penyakit katastropik tersebut masih ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” terang Sjahjadi.

Menurutnya, BPJS Kesehatan sebagai Badan penyelenggara yang ditunjuk pemerintah pusat sejak tahun 2014 terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat lewat program layanan kesehatan dengan menjangkau seluruh masyarakat khususnya menyangkut JKN-KIS.

Salah satu tujuan program JKN-KIS adalah memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat melalui proteksi finansial sebagai pertanggungjawaban BPJS Kesehatan demi mencapai kepuasaan kepesertaan atau masyarakat. Untuk itulah, BPJS Kesehatan menargetkan seluruh penduduk Indonesia masuk menjadi peserta JKN-KIS pada tahun 2019 mendatang untuk mencapai universal health coverage.

”Program JKN-KIS memang harus terus disosialisasikan mengingat pentingnya program tersebut bagi masyarakat. Program ini juga merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945, di mana setiap warga berhak atas jaminan sosial,” ungkapnya.

Kabag Humas Pemko Bukittinggi, Yulman yang juga hadir dalam kesempatan itu mengatakan, melalui media gathering yang dilaksanakan ini diharapkan informasi program JKN-KIS yang disampaikan BPJS Kesehatan kepada media dapat bermanfaat, terutama bagi masyarakat luas.

”Media merupakan sarana yang tepat bagi BPJS Kesehatan untuk meluruskan isu yang tidak benar. Semoga informasi yang disampaikan oleh media terpercaya dalam memerangi berita hoax dapat membantu BPJS Kesehatan mengedukasi masyarakat,” jelasnya. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co