Selasa, 16 January 2018, 18:45:50 WIB

Pengembang Perumahan Wajib Sertifikasi

08 December 2017 13:49:26 WIB - Sumber : Fajril Mubarak - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 15 kali

Seluruh pengembang perumahan akan disertifikasi pada tahun 2018. Ini berguna meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk properti yang ditawarkan serta meminimalkan pelanggaran-pelanggaran yang dapat merugikan konsumen. 

Apalagi untuk program sejuta rumah harus standar developer yang memang layak untuk membangun rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sertifikasi pengembang tersebut sudah diatur di dalam UU No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Tahun depan, semua pengembang perumahan akan disertifikasi. Sertifikasi ini menjadi suatu keniscayaan untuk menjaga kualitas produk properti yang ditawarkan,” kata Ketua Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP REI, Priyanto, di sela-sela Short Course Pembangunan Rumah Layak Huni, di Hotel Pangeran Beach, kemarin. 

Short Course yang berlangsung dua hari ini diikuti 70 pengembang perumahan di Sumbar. Mereka juga akan melakukan ujicoba sertifikasi pengembang perumahan.

Sebelum dilakukan sertifikasi ini, kata Priyanto, para pengembang perumahan tersebut dibekali terlebih dahulu agar nantinya menjadi pengembang profesional. “Mereka dibekali tentang perizinan, Undang-undang Perumahan dan Kawasan Permukiman, dibekali bagaimana membangun tepat mutu, tepat waktu dan tepat administrasi. Termasuk kerja sama perbankan untuk pembiayaan perumahan baik masyarakat dan pengembang perumahan,” ucapnya. 

Dia melihat untuk anggota DPD REI Sumbar sudah melakukan usaha masing-masing sebelumnya dan rata-rata berpengalaman. “Dengan pembekalan ini, kami memberikan masukan lebih. Bagaimana meningkatkan kemampuan pengembang dalam hal pembiayaan, perizinan dan teknologi bahan,” ujar Priyanto.

Sementara Ketua DPD REI Sumbar, Hendra Gunawan mengatakan tujuan short course untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengembang dalam membangun perumahan layak huni. Di samping, sharing ilmu dari senior-senior REI sendiri.  

“Umumnya “alam takambang manjadi guru” atau otodidak sebagai pengembang. Secara ilmu belum semua pengembang memiliki. Diharapkan nantinya, usaha mereka lebih profesional lagi apalagi persaingan makin ketat. Ditambah ekonomi lesu yang membuat kita minimal bertahan,” ungkap Hendri.

Bagaimana dengan program sejuta rumah? Hendra mengatakan tahun ini ditargetkan 6.000 unit. Namun, baru terealisasi hingga saat ini mencapai 50 persen atau 3.100 unit. Kendalanya, dari ketersediaan lahan. “Namun demikian, kami optimis mencapai target tersebut. Ini dipedomani data pengembang, ada 7.500 perumahan yang sedang dalam tahap pengerjaan,” ucap Hendra. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co