Selasa, 16 January 2018, 18:49:02 WIB

Dinas Perdagangan Diminta Tegas

08 December 2017 13:55:15 WIB - Sumber : Almurfi Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 69 kali

Lantai II Pasar Nanggalo makin Sepi

Pemindahan ratusan pedagang kaki lima (PKL) ke lantai II Pasar Nanggalo belum sepenuhnya sukses. Dari 150 pedagang yang dipindahkan 27 Oktober lalu, kemarin (7/12), hanya tersisa belasan pedagang saja.

Pantauan Padang Ekspres, kemarin siang sekitar pukul 13.00, hanya empat pedagang yang masih berjualan di lantai II. Satu pedagang pakaian, satu pedagang mainan, satu pedagang kerupuk, dan satu penjual minuman. Hampir dua jam Padang Ekspres duduk di lantai dua Pasar Nanggalo itu, tak terlihat seorang pun pembeli yang datang berbelanja.

Pedagang kerupuk bernama Syamsuar Lelo, 65, mengaku kondisi seperti itu sudah berlangsung selama dua bulan lebih. Para pedagang banyak memilih tutup karena jual beli tak meningkat. Ada juga yang kembali berjualan di lantai I memanfaatkan lorong-lorong pasar untuk berjualan.

”Setiap hari selalu begini, kalau pagi pedagang paling banyak 12 orang saja dan yang berdagang hingga sore hanya empat atau lima orang saja,” ungkap Syamsuar Lelo.

Menurut pria yang tinggal di Kompleks Pasar Siteba  RT 01 RW 20 Kelurahan Suraugadang itu, setiap harinya jual beli semakin merosot. Paling banyak hanya Rp 20 ribu saja. Bahkan, seringkali tidak ada kerupuk yang laku sama sekali. ”Untuk pembayar beo (retribusi) sebesar Rp 2 ribu sehari saja susah,” tambahnya.

Kalau tidak banyak sabar, sambung Syamsuar, dirinya juga bakal mengikuti jejak para pedagang lainnya untuk berjualan kembali di bawah. Namun ia mengaku, akan mematuhi aturan dan berharap, agar Dinas Perdagangan segera mencarikan solusi terhadap para pedagang yang masih bertahan di lantai II. ”Pihak dinas dan pengelola pasar harus tegas dalam menjalankan aturan,” sambung dia.

Pedagang pakaian, Man Kapau, 60, membenarkan pedagang yang tersisa di lantai II hanya sekitar 12 orang saja dan yang bertahan hingga sore hanya empat atau lima pedagang. ”Sudah dua bulan kondisi seperti ini terjadi, pihak pengelola pasar tidak tegas kepada pedagang yang lari ke bawah itu,” ungkapnya.

Menurutnya, penyebab sepinya pengunjung karena dagangan yang dijual oleh pedagang yang berada di lantai I dan II masih tergolong sama, sehingga masyarakat lebih memilih belanja di lantai I dari pada naik ke lantai II. ”Seharusnya ada pengelompokan pedagang, sehingga daya tarik masyarakat ke lantai II untuk berbelanja itu ada,” sambungnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dasar (UPTD) Pasar Nanggalo, Yurman Tanjung mengakui pedagang yang berjualan di lantai II pasar itu semakin berkurang setiap harinya. ”Kita sudah berusaha untuk membawa mereka berjualan ke atas kembali, namun setelah dipindah ke atas, tidak beberapa lama, mereka malah lari kembali,” sebutnya.

Dengan kondisi itu, menurut Yurman, pihaknya telah melaporkan ke Dinas Perdagangan untuk dicarikan solusi agar pedagang kembali ramai berjualan dan omzetnya pun meningkat. ”Namun, kita belum dapat informasi terbaru dari dinas, kabarnya akan dibuat pusat kuliner, tapi kita lihat dulu ke depannya,” akunya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co