Selasa, 16 January 2018, 18:47:46 WIB

Turunkan Harga Kartu Parkir Meter

09 December 2017 13:10:27 WIB - Sumber : Rudi Effendi - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 21 kali

Tak berjalannya parkir meter di kawasan Jalan Permindo menyebabkan beberapa fasilitas parkir meter rusak. Pantauan Padang Ekspres, kemarin (8/11), fasilitas parkir meter yang ada di sisi kanan maupun sisi kiri jalan tersebut tampak belum berfungsi sama sekali. Bahkan, ada beberapa di antara fasilitas parkir meter di sisi kiri jalan tersebut sudah mengalami kerusakan.

Menurut Muhamad Efendi Syarif, 40, seorang juru parkir, sejak dipasang 7 bulan lalu, fasilitas parkir meter di sisi kiri Jalan Permindo pernah aktif sekitar 5 bulan. Namun, ia tidak mengetahui penyebab pasti fasilitas tersebut tiba-tiba tak difungsikan lagi. Pengamatannya, mayoritas pemilik mobil keberatan dengan sistem parkir meter ini. Karena tarifnya yang lebih mahal dibandingkan parkir sistem konvensional.

“Menurut saya pribadi, agar sistem parkir meter ini berfungsi dengan baik, semestinya ada kajian yang mendalam lagi. Kemudian, ada sosialisasi kepada masyarakat sebelum kebijakan parkir meter ini diterapkan,” ujarnya.

Menurut Annisa Putri, 24, juru parkir lainnya, pihak pengelola berencana mulai mengaktifkan kembali fasilitas parkir meter ini awal Januari mendatang. Termasuk fasilitas parkir meter baru yang berada di sisi kanan jalan tersebut.

“Kemarin dihentikan sementara karena pembayaran yang macet. Saya berharap, jika parkir meter ini benar-benar diaktifkan kembali, sebaiknya pihak pengelola menyiapkan sistem pembayaran yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Padrin Harland, 30, salah seorang warga berpendapat, sistem parkir meter ini terlalu ribet. Pasalnya, bagi pemilik mobil harus mengisi saldo terlebih dahulu sebelum parkir. Tidak hanya itu, harga parkir yang dipatok juga tergolong mahal.

“Sebaiknya tidak usah saja menggunakan sistem parkir meter ini karena terlalu canggih,” jelas warga RT 02/ RW 12 Kelurahan Batipuhpanjang, Kecamatan Nanggalo itu.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Padang, Dedi Henidal menyebut, pihaknya belum mendapat kepastian resmi terkait pengoperasian kembali sistem parkir meter itu.

“Kami sudah mempercayakan kepada pihak ketiga untuk mengelola sistem parkir meter di Jalan Permindo itu. Jadi perusahaan tersebut yang bertanggung jawab penuh terhadap pengoperasiannya,” pungkasnya. 

Anggota DPRD Padang, Surya Djufri Bitel meminta Pemko serius menerapkan sistem parkir meter ini. Apalagi sistem parkir ini pernah gagal dalam uji coba pertama.

“Baik manajerial skill maupun technical skillnya mesti diperhatikan. Kemudian Dinas Perhubungan maupun pihak ketiga harus bertanggung jawab terhadap kesuksesan parkir meter ini,” jelasnya.

Pengamat Transportasi dari Unand, Purnawan menilai parkir meter merupakan perangkat pengelolaan modern yang sangat bagus diterapkan jika disertai unsur penunjang yang bagus (unit pengelola dan pengawas parkir). 

Saat ini sistem parkir meter di Padang mensyaratkan seseorang mempunyai kartu dengan membeli seharga minimum Rp 20 ribu yang mempunyai saldo minimal Rp 10 ribu untuk digunakan pembayaran di mesin parkir meter. Sistem ini merupakan salah satu faktor utama yang menyulitkan implementasisistem parkir meter tersebut. 

“Karena umumnya orang ke pusat kota tidak setiap hari. Sistem ini, saat orang tersebut akan parkir dia harus membeli kartu yang harganya cukup besar dan harus selalu mengisi saldo,” ujarnya.

Menurutnya, sistem ini terlalu maju untuk kondisi dan budaya masyarakat di Padang. Terlihat bahwa sistem ini tidak lagi dilaksanakan karena banyak terjadi pelanggaran, di samping adanya resistensi dari petugas parkir lama. Karena parkir meter ini sudah dipasang, mau tidak mau Pemko harus konsisten melaksanakan sistem tersebut. Untuk itu perlu dilakukan beberapa hal. 

Pertama, harga kartu perdana sebaiknya minimum Rp 10 ribu (dengan saldo Rp 5 ribu), agar orang tidak merasa berat membelinya. Kedua jika sistem ini akan dilaksanakan lagi, perlu sering disosialisikan di berbagai media. Ketiga, implementasi harus dilaksanakan secara serentak di semua lokasi yang ada parkir meternya. Sehingga masyarakat tidak mempunyai pilihan selain menggunakan sistem parkir tersebut. 

Keempat, perlu dilakukan pengawasan yg lebih baik dalam implementasi parkir meter ini, agar jangan sampai terjadi penyalahgunaan di lapangan (bayar parkir di tempat). “Jika indikator-indikator tersebut telah dipenuhi, saya yakin parkir meter ini dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co