Selasa, 16 January 2018, 18:52:36 WIB

Mengunjungi SDN 12 Pincuran Tujuh, Sekolah Adiwiyata di Solsel

09 December 2017 13:36:50 WIB - Sumber : Putra Susanto - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 15 kali

Sampah Sulit Diatasi, Infrastruktur Terkendala 

SDN 12 Pincuran Tujuh merupakan sekolah dasar di wilayah Kabupaten Solok Selatan yang memperoleh penghargaan Adiwiyata. Namun di balik pencapaian tersebut, sekolah yang berjarak 1 km dari pusat kabupaten itu masih menangani persoalan kebersihan.

SDN 12 Pincuran Tujuh berada di Jorong Pincurantujuh, Nagari Lubuk Gadang Selatan. Sekolah tersebut berhasil meraih predikat sekolah adiwiyata tahun 2016. Dulu, SDN 12 Pincuran Tujuh bernama SDN 12 Bangunrejo. Pada tahun 2009, barulah berganti nama. Saat ini, sekolah tersebut dipersiapkan jadi sekolah adiwiyata tingkat nasional.

Kepala SDN 12 Pincuran Tujuh, Mardirum Kamal menyebutkan semakin tinggi prestasi adiwiyata yang diraih, maka makin dituntut konsistensi sebagai sekolah ramah lingkungan dan bersih. 

“Untuk menciptakan sekolah yang bersih tentu butuh biaya, setidaknya bagi petugas kebersihannya. Selain itu, diperlukan fasilitas pendukung kebersihan dan infrastruktur sekolah. Seperti gerbang, sarana pendukung sebagai sekolah adiwiyata. Anggaran ini yang kami masih kurang,” katanya.

Dalam menyiasati persoalan tersebut, kata Mardirum, pihaknya sejauh ini masih bergantung pada dana bantuan operasional sekolah (BOS). Meski anggaran terbatas dan peruntukan dibatasi secara teknis, setidaknya masih bisa dijadikan solusi menutupi persoalan yang dialaminya dalam mempertahankan predikat sekolah adiwiyata.

 “Dana BOS yang kami dapat, besarannya tergantung pada jumlah murid. Saat ini, sekolah kami ada 185 orang murid. Dan, dana BOS yang diperoleh sudah ada peruntukkannya. Termasuk persentase kebutuhan dalam mengelola kebersihan ini,” tukasnya.

Sejatinya, sebagai sekolah adiwiyata, SDN 12 Pincuran Tujuh merupakan binaan dari pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perumkin dan LH). Termasuk persoalan kebersihan lingkungan yang seharusnya jadi tanggung jawab petugas kebersihan instansi terkait. Namun, hal itu belum berjalan begitu efektif. 

“Pembinaan dari pihak lingkungan hidup masih berjalan dengan baik. Namun, penanganan persoalan sampah ini yang agak tersendat. Padahal butuh upaya berkelanjutan agar sekolah terlihat tetap indah,” ujarnya.

SDN yang sudah terakreditasi A tersebut, saat ini masih tahap berbenah untuk memperindah penampilannya sebagai sekolah adiwiyata. Hanya saja, pengerjaannya masih acapkali terbengkalai atau belum siap karena kekurangan anggaran.

Sekolah yang berdiri tahun 1979 itu semestinya sudah layak mendapat polesan dalam peningkatan infrastruktur bangunannya. Namun, sekarang terlihat sejumlah pembangunan banyak terbengkalai. Seperti pembangunan pagar sekolah. Bahkan, sejumlah bangunan juga ada yang telah rusak. Misalnya rumah dinas guru yang berada di lingkungan sekolah. 

“Jika ada dana bantuan tentu lebih baik. Persoalan sampah akan bisa diatasi. Kelanjutan pembangunan pagar bisa dirampungkan. Lalu, gerbang sekolah yang masih seadanya, tentu bisa diperindah,” katanya.

Dengan kondisi saat ini, Mardirum mengaku tantangan ke depan lebih berat. Ditambah lagi, SDN ini berkesempatan memperoleh predikat adiwiyata tingkat nasional.

SDN 12 Pincuran Tujuh sudah memiliki tenaga pengajar dan lokal yang cukup sesuai rasio kebutuhan. Saat ini, ada 14 tenaga pendidik dan 10 orang guru aparatur sipil Negara, termasuk kepala sekolah.

Kepala Dinas Perumahan Perumahan, Permukiman dan Lingkungan Hidup Solsel, Jon Kapi menyebutkan, Solsel baru memiliki enam sekolah berprestasi adiwiyata. Yakni SMA 7 Solsel di Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH), MTsS Baitul Ihza Sitapus di SBH, SDN 05 Sungai Sungkai di Kecamatan Sangir Balai Janggo (SBJ), MIN 3 Lubuk Malako di Kecamatan Sangirjujuan dan MTsN Lubuk Gadang Kecamatan Sangir dan SDN 12 Pincuran Tujuh di Kecamatan Sangir. 

“Pengakuan adiwiyata merupakan bukti kepedulian dunia pendidikan kita terhadap pelestarian lingkungan. Program adiwiyata ini untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada warga sekolah, khususnya pelajar agar terus menjaga dan melestarikan lingkungan,” jelas Jon Kapi. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co