Selasa, 16 January 2018, 18:49:24 WIB

BNN Bekuk Ketua DPC Demokrat

09 December 2017 13:42:18 WIB - Sumber : Yoni Syafrizal - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 19 kali

Penetapan Tersangka Dinilai Cacat Hukum

Sidang Perdana Praperadilan Wabup Pessel 

Sidang  perdana praperadilan yang diajukan Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Rusma Yul Anwar atas penetapannya dirinya sebagai tersangka perusakan mangrove di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, digelar di ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Pessel, sekitar pukul 10.30, Jumat (8/12).

Dalam sidang tersebut, Rusma Yul Anwar  diwakili penasihat hukumnya Martri Gilang Rosadi Cs, dan perwakilan termohon dihadiri penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Carles. Majelis hakim dalam sidang praperadilan ini dipimpin Muhammad Hibrian.

Dalam isi permohonan praperadilan, penasihat hokum Rusma Yul Anwar, Martri Gilang Rosadi didampingi dua orang penasihat hukum lainnya menyampaikan, sesuai asas equality before the law, setiap warga sama kedudukan dan haknya di depan hukum. 

Oleh karena itu, pihaknya mengajukan surat permohonan praperadilan ke PN Pessel sesuai Pasal 777 Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana. PN mempunyai hak mengadili, memeriksa dan memutus pekara yang ada di wilayahnya. “Makanya, kami memohon kepada majelis hakim bisa adil dalam memberikan putusan. Sesuai tujuan KUHP melindungi masyarakat,”  ucapnya.
 
Martri Gilang menyebutkan dalam isi permohonan praperadilan, bahwa penetapan tersangka atas dugaan perusakan mangrove di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan Pessel itu, cacat demi hokum atau tidak mempunyai hukum tetap. 

Bahkan, penyitaan yang dilakukan penyidik KLHK RI atas barang bukti (BB) di lokasi permasalahan  dan dijadikan bukti penetapan tersangka, tidaklah seizin dari pihak PN Pessel. Sehingga tidak mempunyai kekuatan hukum tetap. “Bisa dikatakan ini adalah tindakan sewenang-wenang, dan tidak mempunyai dasar hukum sebagaimana diatur KUHP,” katanya. 

Martri Gilang menuturkan instansi lainnya juga melakukan aktivitas di lokasi  yang sama. Seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Pessel yang membuka jalan di daerah itu. Martri juga mempertanyakan pemberikan fasilitas mobil dinas milik salah satu dinas bagi penyidik KLHK RI melakukan penyelidikan ke lokasi yang diduga terjadi perusakan mangrove. Begitu juga dalam hal surat-surat pemberitahuan kepada pemohon yang diantar melalui anggota Satpol PP Pessel.

Ditambahkanya, bahwa apa yang dilakukan Rusma Yul Anwar semata-mata untuk memajukan pariwisata di Pessel, dan masyarakat di kawasan Mandeh. 

Terkait dugaan perusakan mangrove, Rusma Yul Anwar siap memperbaiki dengan telah dipesannya bibit mangrove. “Kami ke depan akan siapkan bukti-bukti dan saksi-saksi lainnya yang akan dibawa ke sidang praperadilan,” ujarnya. 

Sementara itu, salah seorang perwakilan termohon dari KLHK RI, Carles kepada awak media mengatakan, terkait apa yang disampaikan pemohon dalam permohonan praperadilan, pihaknya  bersama tim dari KLHK RI dan penyidik lainnya, juga telah menyiapkan jawaban atas surat permohonan praperadilan tersebut. “Kami tetap akan ikuti proses yang ada. Kami akan siapkan saksi-saksi dan bukti-bukti lainnya,” terangnya. 

Disampaikanya, bahwa pada sidang hari Senin (11/12) mendatang, pihaknya akan menyampaikan  jawaban atas hal itu. “Tim terdiri dari 6 orang penyidik,” ungkapnya. 

Sedangkan hakim ketua pada sidang praperadilan, Muhammad Hibrian yang menjadi hakim tunggal pada sidang praperadilan ini menjelaskan bahwa sidang perdana praperadilan kali ini mendengarkan pihak pemohon menyampaikan isi permohonan praperadilan. 

Sidang praperadilan akan berlangsung selama 7 hari. Mulai dari jawaban, keterangan saksi-saksi, replik, duplik, dan kesimpulan. “Putusan sendiri akan di sampaikan pada Senin (11/12). Jadi, pihak-pihak termohon dan pemohon harus mempersiapkan semuanya,” jelas Muhammad Hibrian.

Pantauan di lapangan, sidang praperadilan yang dipadati simpatisan Wabup Rusma Yul Anwar itu, berlangsung aman dan tertib serta mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Pessel. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co