Selasa, 16 January 2018, 18:41:22 WIB

In Memoriam H Choedri St Marajo, Tokoh Koperasi dari Payakumbuh

09 December 2017 13:47:34 WIB - Sumber : Fajar Rilah Vesky - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 19 kali

43 Tahun Urus Koperasi Guru, Dipuji Megawati dan SBY

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Tokoh koperasi sekaligus tokoh pendidikan dari Payakumbuh, H Choedri St Marajo, dipanggil Sang Khalik, Jumat pagi (8/12). Kepergian pria kelahiran Salimpauang, Tanahdatar, 1 Juli 1934 ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tapi juga bagi ribuan anggota Koperasi Pegawai Negeri (KPN) guru-guru Payakumbuh Utara.

Maklum saja, sejak KPN guru-guru Payakumbuh Utara didirikan pada 2 Mei 1974 dengan modal usaha cuma Rp 31.150, sampai koperasi ini berkembang pesat dengan aset menembus Rp 50-an miliar pada 2014 silam. Haji Choedri St Marajo masih dipercaya sebagai ketua. Sebab, 2.500-an pegawai dan guru-guru yang menjadi anggota koperasi ini, memang sangat percaya dengan sosok H Choedri yang lahir dari pernikahan Said Dt Indo Marajo dengan Zamzam.

Menurut H Weri Yunaldi, putra kelima H Choedri, ayahnya meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang sekitar pukul 11.00. Sebelum meninggal, H Choedri yang mengecap pendidikan SD dan SMP di Batusangkar, kemudian melanjutkan pendidikan SMEA di Padang dan mengambil gelar sarjana muda Sosial Politik di Universitas Negeri Riau sempat terserang stroke. 

”Papa sempat kena stroke. Atas nama keluarga, kami mohon maaf bila semasa hidup Papa pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja ataupun tak disengaja,” kata Haji Singa, panggilan akrab Weri Yunaldi, setelah jenazah ayahnya dimakamkan di kawasan Tarok, Payakumbuh Utara, Jumat sore.

Selain Haji Singa, H Choedri St Marajo memiliki tujuh putra-putri dari hasil pernikahannya dengan Hj Rosma. Mereka adalah Neliza Choedri, Hj Aswilda, (alm) Fetias Indra, Nova Iswandi, Gesma Lindra, Eva Susanti dan Emmilia Choedri. Seluruh putra-putri H Choedri ini berprofesi sebagai pengusaha, guru, bidan, pegawai negeri di sejumlah daerah.

Sebelum dimakamkan di kawasan Tarok, jenazah H Choedri sempat disemayamkan di rumah duka, kawasan Bunian, Payakumbuh Utara. Ribuan pelayat terlihat silih-berganti berdatang. Karangan bunga dan ucapan duka juga mengalir dari banyak pihak. 

Tidak terkecuali dari Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Kapolres Payakumbuh AKBP Kuswoto, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis, Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktoborianto dan Kombes Joni Hendra.
”Pak Choedri orang baik, kita kehilangan atas kepergian beliau,” kata H YB Dt Parmato Alam, ketua DPRD Payakumbuh yang datang melayat ke rumah duka.

Haji Choedri yang pernah menjadi tokoh inspiratif pilihan Padang Ekspres 2014, awalnya adalah seorang karyawan Naamlaze Vennotschap (NV) atau perusahaan dagang, bernama Inkorba di Bukittinggi. Bekerja di NV Inkorba dri 1955 sampai 1958, dia kemudian memutuskan mendaftar sebagai guru Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Payakumbuh yang lokasinya kini menjadi SMA PGRI.

Dua tahun jadi guru, H Choedri dipercaya sebagai kepala SMEP Payakumbuh selama 19 tahun. Sejak Payakumbuh masih bergabung dengan Kabupaten Limapuluh Kota sampai kota ini berdiri sendiri dan dipimpin Soetan Oesman Tuanku Tuo. Setelah itu, baru H Choedri pindah tugas sebagai kepala SMP Tanjungpati (kini SMPN 1 Harau, Limapuluh Kota).

Selama menjabat kepala SMP Tanjungpati dari 1979 sampai 1989, Haji Choedri mengambil gelar sarjana muda di Universitas Negeri Riau. Setelah dapat gelar sarjana, Haji Choedri dipercaya pula sebagai kepala SMPN 1 Payakumbuh dari 1989 sampai 1994.

Sambil menguru sekolah, Haji Choedri juga aktif berjuang meningkatkan kesejahteraan guru melalui KPN Guru-Guru Payakumbuh Utara. Koperasi  ini didirikan bertepatan dengan Kongres PGRI dan Hardiknas 1974, dengan anggota awal cuma 89 orang dan modal usaha cuma Rp 31.150.

Seiring perjalanan waktu, KPN Guru-Guru Payakumbuh Utara berkembang pesat. Pada 2014 lalu, koperasi ini memiliki aset dan modal Rp 50,64 miliar, dengan anggota mencapai 2.500-an orang. Perkembangan yang begitu pesat ini, membuat Haji Choedri pernah dipuji mantan Presiden Megawati Soekarno Putri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pada 2004 silam, Presiden Megawati memberikan Anugerah Bhakti Koperasi dan UMKM buat H Choedri St Marajo. Dua tahun kemudian atau pada 2006, Menteri Koperasi juga menobatkan Haji Choedri sebagai Ketua Koperasi Simpan Pinjam Terbaik di Indonesia. Sedangkan pada 2017, Presiden SBY menobatkan H Choedri sebagai Tokoh Koperasi Indonesia.

”Pak Choedri memang ahli koperasi. Beliau adalah perpustakaan berjalan. Walau beliau mungkin tidak mewarisi secara sadar, tapi saya banyak mewarisi dan belajar soal koperasi kepada beliau,” kata Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Payakumbuh Maharnis Zul yang juga pernah mendapat penghargaan Tokoh Koperasi Indonesia 2011 dari Presiden SBY.

Semasa hidupnya, Haji Choedri yang pernah meraih nominator AWU BNI 2009 dan tokoh UMKM pilihan Koran Sindo 2010, pernah berbagi rahasia kepada Padang Ekspres tentang kunci mengelola koperasi. ”Kunci utama keberhasilan koperasi adalah jujur, serius dan disiplin. Kalau tak jujur, silakan berhenti. Sebab, banyak koperasi gagal karena pengurus dan anggotanya sama-sama tak jujur. 
Kalau kami, sangat transparan sekali. Pemilihan pengurus digelar langsung. Setiap 5 bulan, ada rapat periodik,” katanya.
Soal kejujuran Haji Choedri memang tidak diragukan lagi. Juniornya sesama pengurus KPN guru-guru Payakumbuh Utara, H Dasril SPd MPd Dt Sati Nan Pandak mengakui hal tersebut. Menurut Dasril yang merupakan pejabat Dinas Pendidikan Payakumbuh, dia mengenak H Cheodri St Marajo, sejak 1979. 

Waktu itu, Dasril baru setahun menjadi pegawai dan baru bergabung sebagai anggota koperasi. ”Saat pengurus gelar rapat, saya hadir. Waktu itulah, saya mulai kenal Pak Choedri. Pidatonya tegas, informasinya akurat. Dia sangat cermat. Dia bisa tahu dengan seseorang, melebihi apa yang diketahui orang lain. Dia bisa hafal nama-nama kami yang begitu banyak. Ingatannya kuat. Paling penting, ia sangat disenangi anggota. Orangnya bersih dalam administrasi. Tak ada menerima apapun. Baik fee atau basa-basi,” kata Dasril.

Walau H Choedri berhasil dalam menggerakan koperasi di Payakumbuh. Namun, tidak ada makhluk Tuhan yang terlahir sempurna di negeri ini. Menurut Dasril dan anggota Dewan Pengawas KPN Guru-Guru Payakumbuh Utara H Azer Helmi, sebagai manusia biasa, Haji Choedri punya kelemahan. Dia gampang tersentuh. Kalau ada anggota koperasi yang mengadu sakit atau anaknya butuh biaya kuliah dan rumah belum selesai dibangun, Choedri langsung tersentuh dan mengeluarkan kebijakan pinjaman yang terkadang tinggi. Selamat Jalan, Pak Choedri. Doa kami menyertaimu! (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co