Selasa, 16 January 2018, 18:52:43 WIB

Pemko Ukur Batas Tanah Eks Poliko-Kantor Bupati

09 December 2017 13:49:59 WIB - Sumber : Fajar Rilah Vesky - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 24 kali

Dilakukan Mendadak

Tidak ada hujan, tidak ada badai. Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh mendadak mengukur dan memancang batas tanah eks lapangan Poliko yang kini menjadi kompleks Balai Kota Baru dengan tanah eks-kantor bupati yang masih menjadi aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota. 

Aksi pengukuran dan pemancangan batas tanah milik dua daerah serumpun budaya ini sudah berlangsung sejak Kamis lalu (7/12). Tapi, awak media yang bertugas di Payakumbuh baru mendapatkan informasi tersebut, Jumat siang (8/12).

Beredar informasi, aksi pemancangan batas tanah ini diduga merupakan cara halus Pemko Payakumbuh meminta Pemkab Limapuluh Kota memindahkan asetnya. Dugaan ini mencuat karena beberapa waktu sebelumnya, sejumlah fraksi di DPRD Payakumbuh getol mendesak pemerintah kota menuntaskan persoalan aset Pemkab Limapuluh Kota yang berada di kota ini. 

Akan tetapi, informasi yang beredar tersebut langsung ditepis Pemko Payakumbuh. ”Tidak-tidak. Kegiatan itu hanya dalam rangka mengukur dan menentukan batas aset saja. Untuk memastikan, mana tanah yang masuk eks lapangan Poliko atau kompleks Balai Kota baru dan mana yang masuk eks  kantor bupati,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Payakumbuh, Elfi Jaya.

Menurut Elfi Jaya, saat pengukuran dan pemancangan batas tanah itu dilakukan, para pihak yang hadir tidak hanya dari Pemko Payakumbuh. ”Dari Pemkab Limapuluh Kota juga hadir. Jadi, pengukuran ini tidak dilakukan Pemko Payakumbuh saja. Tapi, kedua belua pihak,” kata Elfi Jaya.

Informasi yang diperoleh Padang Ekspres, saat pengukuran dan pemancangan batas tanah berlangsung, Pemko Payakumbuh diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Amriul Dt Karayiang bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Muslim Elfio Jaya, dan sejumlah pegawai. Sedangkan dari Pemkab Limapuluh Kota hadir pegawai aset setempat.

Setelah dilakukan pengukuran dan pemancangan diketahui, luas tanah Balai Kota Payakumbuh yang baru mencapai 14.700 m2. ”Kita berharap setelah pengukuran dan pemancangan ini, secara legal semakin jelas mana aset Pemkab Limapuluh Kota dan mana yang menjadi aset kita,” ujar Amriul Dt Karayiang dalam siaran pers yang diterima Padang Ekspres. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co