Selasa, 16 January 2018, 18:50:44 WIB

Hingga November, Terjadi 67 Kebakaran

09 December 2017 13:51:21 WIB - Sumber : Rifa Yanas - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 16 kali

Dinas Satpol PP Damkar Kabupaten Agam mencatat, sepanjang 2017 terjadi peristiwa kebakaran sebanyak 67 kejadian per 30 November 2017. Jumlah itu jauh menurun dibandingkan dengan kasus serupa tahun 2016 silam mencapai 105 kejadian.

Estimasi total kerugian pada 2016 mencapai Rp 9,6 miliar lebih. Penurunan ini membuktikan bahwa kewaspadaan masyarakat akan peristiwa kebakaran meningkat.

”Dari jumlah 67 kejadian di 2017, menimbulkan kerugian sebesar Rp 10,2 miliar lebih. Meskipun jumlah kerugian meningkat dari tahun sebelumnya, tapi jumlah kejadian menurun dibanding 2016,” ujar Kabid Damkar Agam, Yunaidi, di Lubukbasung, Jumat (8/12).

Dari kebakaran tahun ini, mayoritas menimpa rumah 41 kejadian akibat korsleting (arus pendek). Selain itu, perkebunan atau lahan enam kejadian, kendaraan dua kejadian, fasilitas umum dua kejadian, pasar dua kejadian, listrik enam kejadian, toko atau kedai tujuh kejadian, dan kompor meledak satu kejadian.

Dengan demikian, dia terus mengimbau masyarakat agar terus waspada dalam menggunakan api dan mencek aliran listrik secara berkala, agar tidak terjadi korsleting. Nantinya, bisa menimbulkan percikan api. 

Di samping itu, pihak damkar terus menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat agar ke depannya lebih berhati-hati dalam menggunakan api. Namun, masyarakat sangat diharapkan memiliki pemadam api tradisional guna mengatasi kebakara kecil, agar tidak terjadi kebarakan yang lebih besar.

”Tidak hanya masyarakat, kita juga melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah dan toko. Hal ini sudah lama dilakukan, tapi perlu lebih digiatkan lagi,” ujarnya.

Kepada pengelola atau pemilik toko, juga diminta untuk memfasilitasi tokonya dengan Alat Pemadan Api Ringan (APAR). Jika sudah ada, tapi diyakini belum bisa memakainya dan perlu dibimbing dalam menggunakan racun api tersebut.

”Mudah-mudahan dengan sosialisasi dan simulasi yang kita lakukan ini, kewaspadaan dan pemahaman masyarakat dalam mengatasi kebakaran menjadi meningkat. Sehingga, kebakaran di Agam bisa lebih berkurang ke depannya,” ujarnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co