Selasa, 16 January 2018, 18:46:22 WIB

Pedagang Butik Minta Dispensasi

09 December 2017 13:51:49 WIB - Sumber : Rifa Yanas - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 27 kali

Belum tuntas pembangunan pasar penampungan untuk para pedagang korban kebakaran, kini Pemko Bukittinggi berencana menertibkan pedagang yang berjualan di fasilitas umum. Hal itu sebagai dampak tidak langsung dari pembangunan dan revitalisasi jenjang di sekitar pasar, salah satunya Jenjang Pasar Blok F di Kompleks Pasar Butik.

Melalui surat yang dikeluarkan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi bernomor 5112/805/DKUKMdP/XI/2017, Jumat (8/12), para pedagang diperintahkan mengosongkan fasilitas umum dari lapak dagangannya.

Pada surat yang ditandatangani Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan M Idris itu, dicantumkan tiga poin. Di antaranya, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Trantibum, pedagang tidak diperbolehkan berjualan di fasilitas umum.

”Apabila saudara masih memanfaatkan jenjang sebagai sarana fasilitas umum berjualan, maka dikenakan sanksi dan dilakukan penertiban oleh aparat keamanan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, diminta kepada saudara yang memakai fasilitas umum jenjang wisata tersebut sebagai tempat berjualan untuk membongkarnya,” demikian bunyi surat tersebut.

Menyikapi hal itu, para pedagang yang tergabung dalam Komunitas Pedagang Butik Seken (KPBS) berharap kepada Pemko Bukittinggi untuk memberi kelonggaran.

”Kami akui kami memang memakai fasum dan bersedia membongkar dagangan kami. Namun, kami berharap ada sedikit kelonggaran untuk diizinkan berdagang minimal dengan palung yang kami tata dengan rapi,” harap Uni Net, salah seorang pedagang yang membuka lapak di pinggir jenjang samping blok F itu saat diwawancara Padang Ekspres, Jumat sore (8/12).

Informasi yang beredar, Pemko Bukittinggi sedang melakukan renovasi terhadap jenjang-jenjang di sekitar pasar. Mulai dari Pasar Bawah, Pasar Lereng, Pasar Butik dan Pasar Wisata. Adapun jenjang di samping Blok F itu sendiri ditargetkan akan rampung dalam dua hari ke depan. Di tengah dataran jenjang, dibangun sebuah taman dan diterangi lampu hias. Tamannya diprediksi akan selesai sepekan mendatang.

Sedikitnya, ada 17 pedagang di sisi kiri dan kanan jenjang dan taman yang akan terdampak penggusuran itu. Kemarin siang, perwakilan KPBS telah berdialog dengan pegawai DKUKMdP Bukittinggi dan mencapai kesepakatan. 

”Akan digaris serapi mungkin dan dibangun palung satu meter di kiri kanan taman. Mudah-mudahan pak wali berkenan memberikan dispensasi,” harap Bos Martin, ketua KPBS.

”Kami berharap, Pemko Bukittinggi memahami nasib para pedagang. Kalau dikosongkan saja tanpa ada lokasi berdagang yang baru, tentu kami tidak bisa berdagang lagi. Kami bersedia merapikan lapak jika diberi izin untuk menempati minimal satu meter di sisi taman ini,” harap Perlin, pedagang butik lainnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2018 Padek.co